Gaya Bersepeda yang Paling Efisien

Posted in 1 on 7 Januari 2010 by hidayatullah88

[MTB-Indonesia]

GAYA BERSEPEDA YANG PALING EFISIEN

Bagi peminat sepeda & pecinta udara bersih, info ini mungkin berguna

Gaya Bersepeda yang Paling Efisien

Bersepeda merupakan metode paling efisien dalam penggunaan kalori. Dan akan lebih efisien lagi jika menggunakan berbagai konsep fisika.

Belanda yang tanahnya datar, sepeda merupakan transportasi yang baik dan menyehatkan. Di Cina yang penduduknya lebih dari 1 miliar orang, sepeda merupakan alat transportasi yang dapat menghemat penggunaan bahan bakar.

Bayangkan, apa yang terjadi dengan persediaan bahan bakar kita kalau setengah penduduk Cina menggunakan mobil? Di banyak tempat, sepeda memang bukan transportasi utama, tetapi kendaraan yang dibuat pertama kali oleh Krikpatrick Macmillan tahun 1839 ini, sering digunakan untuk berolahraga. Efisiensinya membakar kalori memang paling efisien, termasuk jika dibandingkan dengan berjalan kaki (gambar 1).

Olahraga bersepeda dapat dilakukan secara lebih efisien dengan menggunakan

berbagai konsep fisika.

Dalam olahraga bersepeda, kita akan mengalami empat gaya utama: gaya angin, gaya hambat udara, gaya gesekan, dan gaya gravitasi. Baca selebihnya »

Pedoman Pelatihan Gizi untuk Olahraga Prestasi

Posted in 1 on 7 Januari 2010 by hidayatullah88

PEDOMAN PELATIHAN

GIZI OLAHRAGA UNTUK PRESTASI

DEPARTEMEN KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL RI

DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT

DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT

TAHUN 2000

KATA PENGANTAR

Olahraga merupakan aktivitas untuk meningkatkan stamina tubuh, yang mempunyai dampak positif terhadap derajat kesehatan, oleh karena itu olahraga dianjurkan untuk dilaksanakan secara teratur sesuai dengan kondisi seseorang. Bagi atlet asupan gizi yang terkait dengan olahraga mempunyai arti penting selain untuk mempertahankan kebugaran juga untuk meningkatkan prestasi atlet tersebut dalam cabang olahraga yang diikutinya.

Kebutuhan gizi bagi para atlet mempunyai kekhususan karena tergantung cabang olahraga yang dilakukan. Oleh karena itu untuk mendapatkan atlet yang berprestasi, faktor gizi sangat perlu diperhatikan sejak saat pembinaan di tempat pelatihan sampai pada saat pertandingan. Baca selebihnya »

Teori Perencanaan Latihan

Posted in 1 on 7 Januari 2010 by hidayatullah88

TEORI PERENCANAAN LATIHAN

  1. Pentingnya perencanaan dan peranan latihan

Latihan harus diatur dan direncanakan dengan baik sehingga dapat menjamin tercapainya tujuan latihan. Proses perencanaan latihan menunjukkan suatu yang teraturdengan baik, metodologis dan ilmiah. Oleh karena itu perencanaan merupakan alat hyang sangat penting yang dipakai oleh seorang pelatih dalam usahanya mengarahkan program latihan yang terorganisir dengan baik. Untuk mengefektifkan upaya perencanaanya seorang pelatih harus memiliki keahlian secara professional dan pengalaman yang banyak. Rencana latihan harus obyektif dan berdasarkan atas prestasi actual atlitnyadalam tes maupun pertandingan. Selanjutnya suatu rencana latihan harus sederhana, merangsang dan harus fleksibel dalam isinya serta dapat dimodifikasi sesuai dengan kecepatan kemajuan atlitnya dan perbaikan pengetahuan metodologinya dari pelatihnya.

  1. Persyaratan umum latihan

Apabila pelatih menyusun suatu rencana latihan harus mengikuti persyaratan tertentu yang menunjukkan dasar-dasar proses perencanaan. Atas dasar tersebut, Siclovan (1972) meneyebutkan beberapa persyaratan bagi pelatih sebagai berikut: Baca selebihnya »

Pengertian Belajar dan Pembelajaran

Posted in 1 on 7 Januari 2010 by hidayatullah88

PENGERTIAN BELAJAR
[ 18 Mei 2001 | 13093 pembaca ]

Pengertian Belajar

Sebelum membahas masalah prinsip belajar dan pembelajaran sangatlah perlu dipahami terlebih dahulu konsep belajar. Apakah belajar itu ?. Menurut Gagne (1984: ) belajar didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman. Galloway dalam Toeti Soekamto (1992: 27) mengatakan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Sedangkan Morgan menyebutkan bahwa suatu kegiatan dikatakan belajar apabila memiliki tiga ciri-ciri sebagai berikut. Baca selebihnya »

Definisi Pendidikan Jasmani

Posted in 1 on 7 Januari 2010 by hidayatullah88

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.

Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total Baca selebihnya »

Latihan Pumping Ala Sugeng Trihartono

Posted in 1 on 4 Januari 2010 by hidayatullah88

Latihan Pumping Ala Sugeng Trihartono

Mengasah Teknik Pumping

Melintasi trek balap sepeda macam downhill atau four cross kerap membutuhkan kepiawaian nge-pump sepeda. Tujuan sederhana, mempertahankan kecepatan sepeda saat akan melewati rintangan: table top atau double jump. Dengan memahami teknik pumping yang baik, Anda mungkin akan melalui rintangan itu dengan tidak melompat terlalu tinggi. Sehingga dengan cepatnya, pedalling bisa dilakukan untuk memburu garis finish.

Menurut Sugeng Trihartono, mantan Pelatih Balap Sepeda Gunung Indonesia, seseorang yang ingin mengasah teknik pumping memerlukan latihan dasar untuk memperoleh kekuatan tangan dan kaki. Lebih lanjut, ia menyarankan untuk melatih bunny hop. Secara terperinci, berikut Cycling beberkan latihan yang diperlukan menurut Sugeng.

Melatih Kekuatan Terlebih Dahulu

Dalam kacamata Sugeng, untuk memudahkan Anda mengaplikasikan teknik pumping di permainan sepeda gunung, diperlukan latihan kekuatan kaki, tangan, upper body, dan juga paha. Caranya, yakni dengan rutin melakukan pull up, push up, squat jump dan sit up.

Pull up dan push up mengarah ke kekuatan tangan dan upper body. Squat jump bisa melatih kekuatan kaki dan paha. Sedangkan sit up untuk menguatkan perut dan pinggul Anda. Karena saat Anda sering menerapkan pumping, otot pinggul menjadi wilayah yang kerap dikeluhkan sakit.

Mengenai berapa sering dan jumlah yang mesti dilakukan, Sugeng menyarankan, cobalah 30 detik terlebih dahulu. Namun, waktu itu jangan dijadikan patokan. Waktu itu juga tergantung daya tahan Anda. Jika pertama Anda bisa melakukan 10 detik, yaa gak masalah. Tapi, usahakan untuk meningkatkan waktunya di sesi selanjutnya.

Latihan Bunny Hop

Pada sesi selanjutnya, Anda dilatih melewati sebuah gundukan dengan melompatinya. Buat seorang pemula, sebaiknya melompati gundukan pendek. “Latihlah bunny hop di polisi tidur atau balok pendek,” ujar Sugeng. Pertama belajar memang sedikit sulit. Maka mulailah dengan mengangkat ban depan terlebih dahulu. Di sinilah fungi kekuatan tangan. Setelah Anda berlatih secara kontinu, mulai kembangkan dengan mengangkat ban belakang.

Ban belakang bisa diangkat dengan bantuan dari kaki untuk mendorong pedal. Di sini posisi lengan crank agak horizontal. Perihal kaki mana yang berada di depan, itu tergantung kekuatan kaki Anda. Jika Anda kidal, berarti kaki kiri yang di depan. Begitu juga sebaliknya. Teruslah berlatih. Bila sudah bisa mengangkat ban belakang dan sukses melewati polisi tidur, tingkatkan ke gundukan yang lebih tinggi. “Latihan pumping bisa juga dengan cara mengangkat ban depan dan belakang secara bersamaan,” kata Sugeng.

Bila latihan seperti ini rutin dilakukan, Anda akan mudah mempertahankan speed saat melewati table top atau double jump. Selamat berlatih.

Tomi Nala

Jakarta, Cijantung, Indonesia

Tomi Nala, 26 tahun, wartawan muda. Dalam perkembangan pers, kini ia sibuk belajar penulisan bergaya literair. Tentunya belajar penulisan feature dulu, biar gape!

ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia)

Posted in 1 on 4 Januari 2010 by hidayatullah88

Bendera dan Lambang ISSI

Bendera ISSI berwarna kuning emas dengan perbandingan 2 : 3 ditengah bendera terdapat lambang ISSI, berbentuk oval berupa gambar atlet Balap Sepeda dilingkari bunga padi berwarna kuning emas sebanyak 17 buah di sebelah kiri dan bunga kapas berwarna putih sebanyak 8 buah di sebelah kanan. Pada tangkai padi dan bunga kapas dieprsatukan atu diikat dengan pita merah, tangkai bunga padi sebanyak 4, sedangkan tangkai bungan kapas sebanyak 5.

Arti

Pergerakan olahraga Balap Sepeda di Indonesia harus dilandasi perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai cita-cita kemerdekaannya yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini dicerminkan oleh lambang ISSI dengan bunga padi dan bunga kapas serta tangkainya, yaitu : 17. 8. 45.

Gerakan olahraga Balap Sepeda di Indonesia bertujuan atau merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini tercermin pada gambar ikatan Indonesia. Hal ini tercermin pada gambar ikatan kain atau pita merah yang mengikat atau mempersatukan bunga padi pada bunga kapas.

Puncak dari lambang bintang segi lima, menggambarkan bahwa ISSI bertujuan membangun manusia Indonesia berjiwa Pancasila, sehingga baik pengurusnya maupun atletnya yang tersebar di seluruh Indonesia dapat mengembangkan hidup kenegaraan dengan baik.

Warna kuning emas yang merupakan warna dari bendera ISSI, dan gambar atlet Balap Sepeda, diartikan bahwa ISSI merupakan sarana untuk membina para pemuda sehingga kuat fisik maupun mental dalam menuju persahabatan antar bangsa, seperti apa yaitu menggalang perdamaian dunia yang kekal dan abadi.

Sejarah singkat

Balap Sepeda sebetulnya sudah cukup lama dikenal di Indonesia, bahkan jauh sebelum Perang Dunia II sudah ada beberapa pembalap sepeda yang dibiayai oleh kaum pengusaha : seperti perusahaan Tropical, Triumph, Hima, Mansonia dan lain-lain. Mereka dapat dikategorikan sebagai pembalap sepeda profesional. Padahal waktu itu masih jaman penjajahan Belanda. Memang perkembangan olahraga Balap Sepeda cukup menguntungkan. waktu itu, khususnya kota Semarang menjadi pusat kegiatan Balap Sepeda. Oleh arsitek Ooiman dan Van Leuwen didirikanlah sebuah velodrome. Velodromen dalam bahasa Belanda disebut Wielerband, atau “Pias” dalam bahasa Indonesia.

Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.